Setelah membaca Pantaiku Pantai kita (http://profiles.friendster.com/18597343) Saya jadi punya keinginan untuk mengunjungi pantai Karang Tawulan tersebut. Kebetulan saya dan adik-adik saya ada rencana liburan Natal di Pangandaran. Ya benar Pangandaran. Entah keberapa kali saya ke Pangandaran. Well…saya pikir pantai yang cukup bagus untuk dikunjungi dengan biaya yang affordable (walaupun biaya hotel naik dua kali lipat pada liburan akhir tahun ini) adalah Pangandaran. Sebenarnya banyak the things that you can do di Pangandaran. Makan seafood itu pasti. Bersepeda tandem, jalan-jalan di cagar alam, berperahu ke pasir putih atau ke tempat yang lebih jauh lagi untuk melihat batu..apa gitu saya lupa lagi, berbelanja pakaian pantai, pernak-pernak khas kota pantai, berkeliling dengan mengendarai ATV, atau naik becak berkeliling sekitar pantai barat dan pantai timur. Atau pergi jauh sedikit ke Cijulang, sekitar 30 kilometer arah barat Pangandaran, ada Green Canyon. Lebih jauh lagi ada pantai Batu Karas yang bersih dan teduh. Singkat cerita tidak ada bosannya saya ke Pangandaran.
Jadi pada tanggal 26 Desember kemarin saya berangkat ke Pangandaran melalui jalur selatan. Jalur yang sebelumnya belum pernah saya lalui. Rute yang harus ditempuh adalah Bandung – Garut – Singaparna – Sukaraja – Salopa – Cikatomas – Cikalong – Kalapa Genep – Cimanuk – Cijulang - Parigi – Pangandaran.
Singkat cerita dari Bandung berangkat pukul 9 pagi menuju Garut. Setelah melalui kota Garut mobil diarahkan menuju arah kota Tasikmalaya. Setelah melalui kecamatan Salawu maka kita akan memasuki kota Singaparna. Nah begitu sampai di wilayah Singaparna, di depan mesjid Mangunreja kita harus belok ke kanan. Hanya sayangnya tidak ada papan petunjuk apapun yang memberi tahu arah ke Cikalong. Papan petunjuk baru akan terbaca bagi mereka yang datang dari arah Tasikmalaya.
Anyway, di depan mesjid Mangunreja ini terdapat beberapa kios yang menjual makanan. Yang terkenal adalah kupat tahunya. Silahkan dicoba. Saya sih mencoba makan mie bakso dibagian belakang kios-kos tadi. Lumayan juga, kategori acceptable lah.
Perjalanan dilanjutkan kearah Sukaraja. Nah di Sukaraja ini sepanjang 200 meter jalan jelek banyak lubang. Untung tidak terlalu panjang. Selanjutnya kita ke arah Salopa. Setelah Salopa kita akan dihadapkan pada pertigaan dengan rambu petunjuk arah menunjukkan arah Tasikmalaya dan Cikatomas ke kiri. Lalu kita belok kiri. Selanjutnya kita harus ke Cikatomas, hanya sayangnya lagi-lagi tidak ada rambu petunjuk arah ke Cikatomas. Akhirnya setelah bablas 2 kilometer dan bertanya sekali kita balik arah. Nah dari arah sini (Tasikmalaya) baru ada rambu petunjuk arah ke Cikatomas. Jalan berliku-liku di dalam hutan. Tak lama kemudian di sepanjang pinggir jalan banyak rumah-rumah penduduk. Setelah sampai di Cikatomas, maka perjalanan terus berlanjut ke arah Cikalong, kota kecamatan di pinggir pantai selatan Jawa barat.
Setelah melewati Cikalong mobil belok kiri ke arah timur menuju Kalapa Genep. Pada jalur ini jalan mulus, sepi, dan jarang penduduk. Di sebelah kanan kita laut selatan. Nah di jalur inilah terdapat pantai Karang Tawulan. Sebuah pantai yang masih perawan karena memang tidak ada fasilitas apa-apa untuk wisatawan. Tapi justru itu kelebihannya. Pantainya bersih sekali. Pandangan luas sekali. Ombaknya besar. Tidak ada yang berenang. Saya tidak tahu pasti apakah pantai ini aman untuk direnangi. Perkiraan saya sih tidak. Ingat kita harus respect sama pantai manapun! Keindahan pemandangan di sini top banget. Beda dengan Pangandaran yang sudah over-exploited. Tidak ada bangunan, hanya pantai dan ombaknya. Beautiful! (Untuk lebih lengkap silahkan baca Pantaiku pantai kita di http://profiles.friendster.com/18597343)
Anyway, sepanjang jalur ini kita berkendaraan disepanjang pantai laut selatan. Jadi sesekali kita bisa melihat pantai itu. Kendaraan lain hanya ada satu dua. Jalan sangat lengang beraspal mulus. Suasana yang berbeda sekali dengan jalur Bandung – Ciamis – Pangandaran yang sangat ramai. Setelah melewati (desa) Cimanuk maka sepanjang beberapa kilometer jalan aspal berubah menjadi jalan beton yang sangat mulus. Cukup mengagetkan saya juga (maksudnya diluar perkiraan) jalan disini dibeton seperti jalan tol Cipularang hanya lebih sempit. Disepanjang jalur ini kita sering melihat rambu jalur evakuasi pengungsi jika terjadi bencana tsunami. Tak lama kemudian kita sampai ke Cijulang tempat pemberangkatan perahu menuju Green Canyon. Karena sudah beberapa kali ke Green Canyon, maka kita tidak berhenti di sini melainkan lanjut langsung ke Pangandaran. Sesampainya di hotel langsung istirahat. Total perjalanan yang sangat santai ini dari Bandung ditempuh selama kurang lebih 6 jam.
Besoknya kami jalan-jalan ke pantai Batu Karas. Beda sekali dengan pantai Pangandaran yang sangat ramai, kotor (banyak sampah berserakan di pantai), airnya juga keruh. Pantai Batu Karas ini airnya jernih, pasirnya bersih dan teduh karena banyak pepohonan sehingga kita bisa gelar tikar di pasir putihnya untuk membuka bekal. Anak dan keponakan saya menggerutu kenapa nggak nginap di sini, di Pangandaran nggak nyaman, terlalu banyak orang, kayak pasar malam, etc…etc…
Memang kalau ingin berlibur yang tidak terlalu gegap gembita ya di sini tempatnya. Hanya hotel-hotel di Batu Karas ini tidak ada yang dilengkapi dengan kolam renang (Kan udah ada laut! kata anak saya). Kita akhirnya sepakat jika ke Pangandaran lagi kita akan menginap di pantai Batu Karas. Dijamin nggak akan nyesel!
AF
Rabu, 31 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Waduh lagi-lagi aku tidak mengerti yang sedang dibicarakan..
BalasHapushihi, ssaya tidak gaul!!
tapi sepertinya tempat itu menarik ya untuk dikunjungi, kalau ada waktu, saya pasti ke sana dengan membawa camera....
thnx ya untuk informasinya..